Dimana aku
Aku tak tahu
Di padang ilalang yang tak bertuan kurasa
Tak kutemukan alasan mengapa aku ada disini
Namun yang kurasakan aku merasa nyaman ditemani serangga yang sedang bernyanyi saat ini
Aku merasa hidup berdansa dengan ilalang yang tertiup angin
Aku tak ingin beranjak
Tapi aku tau aku tak bisa terus menerus berada di sini
Aku akan mati ketika aku membiarkan diriku berdiam disini
Aku akan mati walau mungkin aku juga tidak akan hidup ketika aku pergi
Angin semilir dan awan yang berarak pun mendorongku untuk pergi ke tempat lain
Hatiku tergerak
Ketika aku telah memutuskan untuk melangkah
Dimana aku?
Aku tak tahu kemana harus melangkah
Aku tak tahu dimana pantai, dimana gunung, dimana sungai, dimana hutan
Matahari yang sedang congkak berada di atas kepala ku pun tidak membantu
Dia hanya memandangiku dengan keangkuhannya
Aku akan mati
Tapi tidak!
Jiwa ini tidak kunjung pergi
Aku hanya sekarat kurasa
Karena apa?
Karena ilalang ini kah?
Atau karena serangga-serangga yang sedang asyik bernyanyi dan tidak peduli dengan sekitarnya?
Atau karena aku tidak menemukan air dan dedaunan yang bisa kumakan untuk menyambung hidup?
Huff..aku lemah pun aku tak tau kenapa
Angin dan awan kembali teriak
“kau harus meninggalkan padang ini!!”
“Apa maksudnya? Apakah ada penawar untukku di luar sana?”
Mereka tidak menjawab
Aku pun bertanya
“tunjukkan padaku kemana arah yang harus kutuju? aku tidak tahu arah mana yang akan membawaku ke tepian padang, arah mana yang justru akan membawaku semakin ke tengah padang”
Mereka semakin diam
AAARGH!!
Serangga-serangga terdiam
Nyanyian mereka terhenti
Ilalang ikut terkejut
Mereka berhenti berdansa
“mungkin memang kau ditakdirkan untuk berada di padang ini. mungkin penawar yang kau cari adalah dengan bernyanyi dan berdansa bersama kami. mungkin memang inilah tempatmu.”
Benarkah?
Tapi hanya kemungkinan yang mampu mereka janjikan
Dan aku pun terpuruk
Kembali ke dalam kebingunganku
Tidak ada yang mampu menarikku pergi
Bahkan sekedar untuk menunjukkan arah jika mereka ingin aku pergi
Atau memberiku alasan kenapa aku harus tinggal
Lambat laun, aku kembali tenggelam, bernyanyi dan berdansa dengan ilalang dan serangga
Tidak menemukan jawaban
Kembali hidup
Kembali mati