Misae’s Weblog

Just another WordPress weblog

S A V A N A May 18, 2009

Filed under: dari hati — misae @ 10:44 am

Dimana aku
Aku tak tahu
Di padang ilalang yang tak bertuan kurasa
Tak kutemukan alasan mengapa aku ada disini
Namun yang kurasakan aku merasa nyaman ditemani serangga yang sedang bernyanyi saat ini
Aku merasa hidup berdansa dengan ilalang yang tertiup angin

Aku tak ingin beranjak
Tapi aku tau aku tak bisa terus menerus berada di sini
Aku akan mati ketika aku membiarkan diriku berdiam disini
Aku akan mati walau mungkin aku juga tidak akan hidup ketika aku pergi

Angin semilir dan awan yang berarak pun mendorongku untuk pergi ke tempat lain
Hatiku tergerak
Ketika aku telah memutuskan untuk melangkah
Dimana aku?
Aku tak tahu kemana harus melangkah
Aku tak tahu dimana pantai, dimana gunung, dimana sungai, dimana hutan
Matahari yang sedang congkak berada di atas kepala ku pun tidak membantu
Dia hanya memandangiku dengan keangkuhannya

Aku akan mati
Tapi tidak!
Jiwa ini tidak kunjung pergi
Aku hanya sekarat kurasa
Karena apa?
Karena ilalang ini kah?
Atau karena serangga-serangga yang sedang asyik bernyanyi dan tidak peduli dengan sekitarnya?
Atau karena aku tidak menemukan air dan dedaunan yang bisa kumakan untuk menyambung hidup?
Huff..aku lemah pun aku tak tau kenapa

Angin dan awan kembali teriak
“kau harus meninggalkan padang ini!!”
“Apa maksudnya? Apakah ada penawar untukku di luar sana?”
Mereka tidak menjawab
Aku pun bertanya
“tunjukkan padaku kemana arah yang harus kutuju? aku tidak tahu arah mana yang akan membawaku ke tepian padang, arah mana yang justru akan membawaku semakin ke tengah padang”
Mereka semakin diam

AAARGH!!

Serangga-serangga terdiam
Nyanyian mereka terhenti
Ilalang ikut terkejut
Mereka berhenti berdansa
“mungkin memang kau ditakdirkan untuk berada di padang ini. mungkin penawar yang kau cari adalah dengan bernyanyi dan berdansa bersama kami. mungkin memang inilah tempatmu.”
Benarkah?
Tapi hanya kemungkinan yang mampu mereka janjikan

Dan aku pun terpuruk
Kembali ke dalam kebingunganku
Tidak ada yang mampu menarikku pergi
Bahkan sekedar untuk menunjukkan arah jika mereka ingin aku pergi
Atau memberiku alasan kenapa aku harus tinggal

Lambat laun, aku kembali tenggelam, bernyanyi dan berdansa dengan ilalang dan serangga
Tidak menemukan jawaban
Kembali hidup
Kembali mati

 

So rude!! Hahaha.. March 18, 2009

Filed under: nikmatin dunia — misae @ 9:25 am

At first I was just going to see pictures of Miwako, the Taiwan idol whose my friend said “22 looks like 3″.. And then, after googling I found not only her pictures, but also the more more more interesting picture in someone’s blog. Click here to enter the site.

Hahahahahhahahahaaaaa…Can’t stop laughing, pal! Damn! So rude!! Wkwk..

***

Haha..lumayan buat melepas stress selepas rapat dengan Pak Dirjen serta sambutan dari peta Papua yang njelimet..
 

miss him March 8, 2009

Filed under: dari hati — misae @ 8:52 am

Tadi malem dia nelpon lagi. Nampak mulai rutin. Udah beberapa weekend ini dia nelpon lagi. Seharusnya ga berasa apa-apa dan ga berpengaruh apa-apa. Karena di antara kita tidak ada apa-apa dan seharusnya memang tidak ada apa-apa. Tapi sepertinya kok kali ini rasa gue berbeda?!

Sebelumnya di YM kita sempet ngobrol membahas mengenai pertanyaan yang terlintas setelah nonton Slumdog Millionaire. Pertanyaannya: What will you take in order to find your lost love? Heyho..kau kembali mengusik hatiku, bli..

Lalu, di sela-sela percakapan dia bilang kangen.

DAMN!!!! I hate you, Ran! Don’t you know that it sucks when you miss someone so much but you can’t even say it?


 

(masih dalam rangka Dies ITB) March 2, 2009

Filed under: kampusku rumahku — misae @ 9:42 am

Ini adalah salah dua lagu favorit gue selama jadi mahasiswa..

***

Mars ITB

Derapkan langkah tatap ke depan
ITB citra ganesa
Curahkan daya kejarlah cita
bakti pada negara

Siapkan diri, teguhkan hati,
tegarkan tekad pribadi
Langkah dan karya nyatakan pasti
dambaan ibu pertiwi

Hai putra bangsa, insan persada
tugas mulia menantimu
S'mangat dan tekad kembangkan s'lalu
Sinar terang pasti datang

Kajilah ilmu dan teknologi
seni dan budaya bangsa
Kukuhkan sikapmu dan tekadmu mandiri
capai masa gemilang

Rentangkan sayap, pancarkan cita
Cerdaskan putra negara
Antarkan bangsa Indonesia
adil makmur sejahtera

Majulah maju, pandu sejati
almamater yang tercinta
S'moga semakin kukuh dewasa,
tetap jaya dan abadi

***

Pak Tani


Jika kulihat pak tani dan sawahnya
teringat kujelas akan pesan pertiwi
lelah kumenuntut ilmu jauh disini
bersama janjiku pada bangsa

Hai sobat-sobatku kaum yang terdidik
pernahkah kau bermimpi akan damai negeri
kala kau ditempa untuk tunas bangsamu
ingatlah akan damai negrimu

hilang resah hatimu tegakkan dadamu
Derap satu langkah merdeka
Pupuk smangat tulus ikhlas kepal tanganmu
Abdikan diri tuk Indonesia

***

Thanks to Isser yang udah bantuin nulis lirik ini..

 

Selamat Ulang Tahun ITB March 2, 2009

Filed under: kampusku rumahku — misae @ 9:09 am

Hari ini, 2 Maret 2009, almamater gue Institut Teknologi Bandung merayakan hari jadinya *atau istilah kecenya DIES NATALIS* ke 50. Woow!! Dies Emas! Orang bilang itu usia spesial. Well,,sebetulnya saya bingung, kenapa ITB baru berusia 50 tahun ya?! Padahal banyak gambar di suvenir2 ITB yang bertuliskan “since 1912″. Harusnya kan umurnya udah 97 tahun?! Saya bingung..

Hmm..tapi mari tinggalkan saja itu. Mari kita membicarakan hal lain.

ITB, Institut Teknologi Bandung, Institut Terbaik Bangsa. Itu jargon yang muncul sejak gue masuk pertama kali menginjakkan kaki sebagai mahasiswa ITB. Huu..dasar doktrin!

Dalam perkembangan selama ini, selama gue menjadi mahasiswa, terungkaplah kebobrokan-kebobrokan ITB yang banyak orang luar tidak tahu. Hmm..mungkin bisa dibilang rahasia umumnya warga ITB deh! Banyak sekali kekurangan. Ga cuma dari segi fasilitas kemahasiswaan tapi juga lebih jauh: fasilitas akademik. Haha..padahal banyak orang berpikir bahwa ITB nih kece berat *hal itu juga yang gue  kira saat memutuskan untuk mengejar bangku di ITB*.

Dari segi kemahasiswaan..pihak rektorat seperti mempersulit berbagai prosedur penyelenggaraan kegiatan. Apalagi kalo itu tidak berhubungan dengan keilmuan dan kurang membawa nama ITB ke dunia luar. Soal kersos atau kaderisasi, agak sulit. Tapi kalo ada yang mengusulkan bikin lomba berskala nasional, pasti ga sulit. Walau memang ga gampang juga.

Segi akademik. Yang ini yang menggelikan. Kalau tadi ditulis bahwa ITB tidak begitu mendukung kegiatan kemahasiswaan yang kurang berhubungan dengan keilmuan, di lain pihak ternyata ITB jug tidak kemudian amat mendukung akademik mahasiswa. Yang ada, ITB amat sangat menjaga asetnya. Kegiatan ga boleh sampai malam, penerangan di malam hari minim, WC/toilet jarang ada yang dibuka malam hari, bahkan lab dan perpustakaan pun hanya beroperasi sesuai jam kerja (8-4). Kalo ada lab yang buka hingga malam hari, itu biasanya karena ada penunggunya yang pada umumnya masih berstatus mahasiswa juga. Kalau begini caranya, bukannya sama saja rektorat menganggap seluruh mahasiswa adalah orang yang berkecukupan yang mampu untuk membeli fasilitas seperti buku dan komputer dengan kocek mereka sendiri?! Padahal, gue sendiri tau ada beberapa -atau bahkan banyak- mahasiswa yang tidak memiliki komputer. Bahkan teman gue sendiri pun bilang kalau dia sering mengerjakan tugas dengan menggunakan komputer himpunan, yang oleh rektorat sebetulnya hanya boleh berkegiatan hingga jam 11 malam saja.

Hmm..karena gue saat ini hanyalah seorang alumni, gue hanya bisa berdoa semoga ITB tetap tidak kehilangan jati dirinya sebagai kampus yang pernah menelurkan orang-orang terbaik bangsa ini. Semoga para mahasiswanya tidak terlena dengan materi -kuliah, nilai bagus, lulus cepat, dapet kerja dengan gaji melimpah-, tapi masih ingat dengan bangsanya yang masih membutuhkan sumbangsihnya. Dan semoga Salam Ganesha -salam kebanggan- tidak hanya menjadi jargon semata.

Selamat Ulang Tahun ITB. Semoga kau selalu berjaya di hati setiap orang yang mengenalmu.

Salam Ganesha! Bakti kami untukmu, Tuhan, Bangsa dan Almamater. MERDEKA!!